Jumat, 28 Februari 2025

 


KHOTBAH: KERAMAHAN SEBAGAI GAYA HIDUP KRISTIANI

Tema: Keramahan sebagai wujud kasih Kristus
Ayat Kunci: 1 Tesalonika 2:7 – "Tetapi kami berlaku ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati anaknya."

Pendahuluan:
Dalam dunia yang semakin individualistis, keramahan menjadi sesuatu yang langka. Orang cenderung sibuk dengan urusan masing-masing dan lupa untuk memperhatikan sesama. Namun, dalam 1 Tesalonika 2:7, Rasul Paulus menunjukkan teladan keramahan yang penuh kasih, seperti seorang ibu yang merawat anaknya. Bagaimana kita bisa menerapkan nilai ini dalam kehidupan sehari-hari?

I. Keramahan Adalah Cerminan Kasih Kristus
Yesus adalah teladan utama dalam keramahan. Dia menyambut semua orang, bahkan mereka yang terpinggirkan—pemungut cukai, orang berdosa, dan orang sakit. Kita dipanggil untuk menunjukkan kasih Kristus melalui sikap yang ramah kepada siapa saja tanpa memandang status sosial atau latar belakang.

Ilustrasi:
Seorang anak kecil sering kali dengan mudah tersenyum dan menyapa siapa saja yang ditemuinya. Ia tidak melihat status atau perbedaan, melainkan hanya ingin berbagi kebaikan. Sebagai orang percaya, kita pun diajak untuk memiliki sikap seperti itu—menyambut orang dengan hangat dan tulus.

II. Keramahan Menciptakan Hubungan yang Kuat
Paulus menggambarkan sikapnya kepada jemaat di Tesalonika seperti seorang ibu yang mengasuh anaknya. Ini menunjukkan bahwa keramahan bukan hanya tentang bersikap baik, tetapi juga membangun hubungan yang erat dan penuh kasih.

Ilustrasi:
Bayangkan seorang guru yang selalu tersenyum dan menyapa murid-muridnya dengan penuh perhatian. Para murid akan lebih merasa dihargai dan lebih nyaman untuk belajar. Demikian pula, dalam kehidupan kita, sikap ramah akan membuka pintu bagi hubungan yang lebih mendalam dan harmonis.

III. Keramahan Membuka Pintu Kesaksian
Ketika kita bersikap ramah, orang lain akan merasakan kasih Kristus melalui tindakan kita. Sikap ramah dapat menjadi awal dari kesaksian yang membawa orang lain lebih dekat kepada Tuhan.

Ilustrasi:
Seorang wanita pemilik warung kecil selalu menyapa pelanggannya dengan ramah. Suatu hari, seorang pelanggan bertanya, "Mengapa Ibu selalu terlihat bahagia dan ramah?" Wanita itu menjawab, "Karena saya memiliki Yesus dalam hati saya." Sikapnya yang ramah menjadi sarana untuk berbagi Injil.

Kesimpulan:
Keramahan adalah bagian dari gaya hidup Kristiani yang mencerminkan kasih Tuhan, mempererat hubungan dengan sesama, dan membuka jalan bagi kesaksian iman kita. Mari kita belajar dari Yesus dan Rasul Paulus untuk menjadikan keramahan sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari.

Aplikasi:

1.       Mulailah setiap hari dengan doa agar Tuhan memberikan hati yang penuh keramahan.

2.       Latih diri untuk tersenyum dan menyapa orang lain dengan tulus.

3.       Jadilah pendengar yang baik dan berempati terhadap orang lain.

4.       Gunakan sikap ramah sebagai sarana untuk menyebarkan kasih Kristus.

Penutup:
Kiranya Tuhan menolong kita untuk menjadi pribadi yang penuh kasih dan keramahan, sehingga kita dapat menjadi terang bagi dunia ini. Amin.

Pdt. Fritz M. Naitboho, S.Th