KHOTBAH: KERAMAHAN SEBAGAI GAYA HIDUP KRISTIANI
Tema: Keramahan sebagai wujud kasih Kristus
Ayat Kunci: 1 Tesalonika 2:7 – "Tetapi kami berlaku
ramah di antara kamu, sama seperti seorang ibu mengasuh dan merawati
anaknya."
Pendahuluan:
Dalam dunia yang semakin individualistis, keramahan menjadi sesuatu yang
langka. Orang cenderung sibuk dengan urusan masing-masing dan lupa untuk
memperhatikan sesama. Namun, dalam 1 Tesalonika 2:7, Rasul Paulus menunjukkan
teladan keramahan yang penuh kasih, seperti seorang ibu yang merawat anaknya.
Bagaimana kita bisa menerapkan nilai ini dalam kehidupan sehari-hari?
I. Keramahan Adalah Cerminan Kasih
Kristus
Yesus adalah teladan utama dalam keramahan. Dia menyambut semua orang, bahkan
mereka yang terpinggirkan—pemungut cukai, orang berdosa, dan orang sakit. Kita
dipanggil untuk menunjukkan kasih Kristus melalui sikap yang ramah kepada siapa
saja tanpa memandang status sosial atau latar belakang.
Ilustrasi:
Seorang anak kecil sering kali dengan mudah tersenyum dan menyapa siapa saja
yang ditemuinya. Ia tidak melihat status atau perbedaan, melainkan hanya ingin
berbagi kebaikan. Sebagai orang percaya, kita pun diajak untuk memiliki sikap
seperti itu—menyambut orang dengan hangat dan tulus.
II. Keramahan Menciptakan Hubungan
yang Kuat
Paulus menggambarkan sikapnya kepada jemaat di Tesalonika seperti seorang ibu
yang mengasuh anaknya. Ini menunjukkan bahwa keramahan bukan hanya tentang
bersikap baik, tetapi juga membangun hubungan yang erat dan penuh kasih.
Ilustrasi:
Bayangkan seorang guru yang selalu tersenyum dan menyapa murid-muridnya dengan
penuh perhatian. Para murid akan lebih merasa dihargai dan lebih nyaman untuk
belajar. Demikian pula, dalam kehidupan kita, sikap ramah akan membuka pintu
bagi hubungan yang lebih mendalam dan harmonis.
III. Keramahan Membuka Pintu
Kesaksian
Ketika kita bersikap ramah, orang lain akan merasakan kasih Kristus melalui
tindakan kita. Sikap ramah dapat menjadi awal dari kesaksian yang membawa orang
lain lebih dekat kepada Tuhan.
Ilustrasi:
Seorang wanita pemilik warung kecil selalu menyapa pelanggannya dengan ramah.
Suatu hari, seorang pelanggan bertanya, "Mengapa Ibu selalu terlihat
bahagia dan ramah?" Wanita itu menjawab, "Karena saya memiliki Yesus
dalam hati saya." Sikapnya yang ramah menjadi sarana untuk berbagi Injil.
Kesimpulan:
Keramahan adalah bagian dari gaya hidup Kristiani yang mencerminkan kasih
Tuhan, mempererat hubungan dengan sesama, dan membuka jalan bagi kesaksian iman
kita. Mari kita belajar dari Yesus dan Rasul Paulus untuk menjadikan keramahan
sebagai bagian dari kehidupan kita sehari-hari.
Aplikasi:
1.
Mulailah setiap
hari dengan doa agar Tuhan memberikan hati yang penuh keramahan.
2.
Latih diri untuk
tersenyum dan menyapa orang lain dengan tulus.
3.
Jadilah pendengar
yang baik dan berempati terhadap orang lain.
4.
Gunakan sikap
ramah sebagai sarana untuk menyebarkan kasih Kristus.
Penutup:
Kiranya Tuhan menolong kita untuk menjadi pribadi yang penuh kasih dan
keramahan, sehingga kita dapat menjadi terang bagi dunia ini. Amin.
Pdt. Fritz M. Naitboho, S.Th

Tidak ada komentar:
Posting Komentar