1 Tesalonika 2:8, yang berbunyi:
"Demikianlah kami, karena mengasihi kamu,
bukan saja rela memberikan Injil Allah kepadamu, tetapi juga hidup kami sendiri
kepada kamu, sebab kamu telah kami kasihi."
Suatu hari, ada seorang guru yang mengajar di
sebuah desa terpencil. Dia tidak hanya mengajar membaca dan menulis, tetapi
juga berbagi hidupnya dengan murid-muridnya. Saat murid-muridnya lapar, ia
membelikan mereka makanan. Ketika mereka sakit, ia mengantar mereka ke klinik.
Bahkan, ia tinggal bersama mereka agar bisa lebih memahami kebutuhan mereka.
Guru itu tidak hanya memberikan pengetahuan, tetapi juga memberikan dirinya
sendiri.
Kisah ini mengingatkan kita pada apa yang
Rasul Paulus sampaikan dalam 1 Tesalonika 2:8. Paulus tidak hanya
memberitakan Injil, tetapi juga memberikan hidupnya bagi jemaat Tesalonika
karena kasih yang mendalam.
I. Cinta
Sejati Tidak Hanya Bicara, Tetapi Bertindak
Paulus menunjukkan bahwa kasih sejati bukan
hanya dalam kata-kata tetapi juga dalam tindakan nyata. Ia mengatakan bahwa ia
rela memberikan bukan hanya Injil tetapi juga hidupnya sendiri.
- Kasih sejati adalah kasih yang memberi, bukan hanya meminta.
- Kasih sejati terlihat dalam tindakan, bukan hanya dalam janji.
Contohnya adalah Yesus Kristus. Dia
tidak hanya mengajar tentang kasih, tetapi juga memberikan diri-Nya di kayu
salib bagi kita semua.
Refleksi:
Apakah kita hanya berbicara tentang kasih atau benar-benar menunjukkannya dalam
tindakan kita?
II. Cinta
yang Berbagi Itu Menyelamatkan
Ada sebuah kisah nyata tentang seorang
misionaris di Afrika. Ia tidak hanya mengajar Alkitab tetapi juga hidup bersama
suku setempat. Ia makan makanan mereka, berbagi suka dan duka, serta membantu
mereka dalam kehidupan sehari-hari. Setelah bertahun-tahun, seluruh suku
akhirnya menerima Kristus karena mereka melihat kasih yang nyata melalui
hidupnya.
Inilah yang Paulus maksud: kita tidak hanya
memberikan Injil dengan kata-kata, tetapi juga dengan hidup kita yang
mencerminkan kasih Kristus.
Refleksi:
Apakah kita sudah berbagi hidup kita dengan orang lain untuk menunjukkan kasih
Kristus?
III.
Bagaimana Kita Bisa Menerapkan Firman Ini?
- Mulailah dari yang kecil:
Berikan perhatian kepada orang-orang di sekitar kita. Mungkin teman,
tetangga, atau rekan kerja membutuhkan uluran tangan kita.
- Jangan hanya berkata "Aku mengasihimu", tetapi tunjukkan
melalui perbuatan.
- Jadilah berkat di mana pun kita berada: Dalam keluarga, pekerjaan, atau pelayanan kita.
Kasih Itu
Memberikan Diri
Paulus mengajarkan bahwa kasih sejati adalah
kasih yang berani memberi, bahkan sampai menyerahkan hidup bagi orang lain.
Seperti guru yang mengorbankan dirinya bagi murid-muridnya, seperti misionaris
yang tinggal bersama suku pedalaman, dan terutama seperti Yesus yang memberikan
nyawa-Nya bagi kita.
Apakah
kita siap untuk menunjukkan kasih sejati dalam hidup kita?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar